Minggu, 22 Juni 2008

First step abroad... Singapore Episode

Teringat waktu kecil ketika semua teramat polos. Begitupun dengan mimpi, gugusan bintang di langit yang selalu berkelompok dengan wibawanya telah menjadi teman sejati ketika seorang anak kecil menginginkan terbang ke alam luar.

Pagi itu terasa berbeda dengan pagi lainnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cuaca, hanya saja pagi itu saya bergegas check out untuk pindah hotel dan menyeberang ke Singapura. Jam masih menunjukan pukul tujuh ketika saya sampai pada Grand Park hotel di Batam. Check in hotel terpagi yang saya pernah lakukan. Alasannya simple, hotel sebelumnya, Singapura, yang letaknya hanya beberapa puluh meter dari grand park benar-benar membuat saya tersiksa. Hotel yang pengap, kotor, AC mati, serta setelah saya perhatikan hotel tersebut merupakan hotel yang biasa dipakai oleh Pasangan Kumpul Kebo. Dengan 80 ribu saya mengambil 1 kamar setelah jatah gratis di Hotel Novotel bintang tiga habis. Alasan mengambil Hotel Singapura cukup sederhana, dekat dengan kantor agent dan sangat dekat dengan Mesjid, tapi.....

Setelah check in dengan cepat, saya hanya menaruh carrier serta menitipkan Cucian kepada Laundry.Saya langsung menggendong tas hitam untuk mencari sarapan, nasi Goreng sebelah hotel menjadi pilihan saat itu, di pagi-pagi begini memang nasi goreng bukan menjadi makanan yang aneh di batam.

"Pa Yusuf, saya sedang sarapan. Bisa jemput saya setengah jam lagi? saya ada di tukang nasi goreng sebelah hotel" pembicaraan singkat dengan pa Yusuf. Selama di batam ini pa yusuf menjadi supir taksi yang selalu menemani saya kemanapun saya pergi. Dengan tujuh ribu per porsi nasi goreng, terasa cukup murah mengingat biaya makan cukup mahal di Batam. Sepiring nasi uduk serta pecel lele saja kisaran harganya Rp 15.000.

Ternyata pelabuhan Ferry Batu Ampar ini tidak sekecil yang saya bayangkan. Tempatnya cukup bersih, namun sayangnya saya ketinggalan vessel pertama pukul 8.00. saya datang pukul 07.55, karena check in terakhir itu 15 menit sebelum keberangkatan terpaksa saya harus menunggu pelayaran selanjutnya pukul 09.00. Untungnya ada cafe yang buka, jadi kupesan secangkir kopi susu sambil menunggu kapal berikutnya. Perasaan tegang menyelinap kedalam kalbu,karena ini merupakan kali pertama saya hendak melancong ke luar negeri. Ini merupakan salah satu mimpi saya sewaktu kecil. mendekati jadwal check in saya mebayar fiskal ke bagian pajak. 500 ribu merupakan fiskal untuk pelabuhan, berbeda dengan bandara yang mengharuskan membayar 1 juta rupiah. Sebenarnya tiket ferry ini cukup murah, hanya dengan 120 rb kita sudah mendapat tiket return ditambah sea port tax 49 ribu rupiah. ketimbang bila kita naek pesawat, setidaknya fiskal 1 juta ditambah airport tax sebesar 100 ribu ditambah tiket pesawat itu sendiri yang bisa mencapai sampai 1 juta.

Imigrasi Batu Ampar
Imigrasi di pelabuhan batu ampar terkesan sangat longgar mungkin karena masih cukup pagi, X-ray for baggage saja tidak ada yg menjaga. Saat ditanya petugas imigrasi maka terasa sangat santai dan lenggang mudah-mudahan imigrasi di singapura pun mudah setidaknya tidak seribet cerita buruk orang-orang. Ruang tunggu pun begitu informal, sampai petugas tiket yang memeriksa vessel pas nya pun banyak yang tidak berseragam.
Telat 15 menit akhirnya kapal tiba pukul 09.15. Semua penumpang pun bergegas menuju kapal ferry untuk mendapatkan posisi ternyaman. Ada niat di hati untuk duduk di dok luar, namun kuurungkan. saya hanya mengambil kursi lantai 2 bagian depan. Di ferry ini kita bisa membawa makanan serta minuman sendiri tidak seperti di pesawat. sekitar 1 jam 15 menit kapal ferry telah tiba di Harbor Front Singapore.


Harbor Front Singapore
Immigration
Subhanallah..... Finnaly i've landed my feet abroad. Dreams come true...
Teringat pesan teman saya, mengenai Janggut yang terkadang membuat orang2 berpikiran negatif terhadap seseorang. Tampaknya orang melayu pihak imigrasi yang mewawancaraiku... sangat ramah malah memberi saya nasihat untuk tetap tawakal kepada Allah saat saya menceritakan bahwa bisnis tidak semaju tahun lalu.

to be continued............