Will you marry me ???
Maybe that's the magic sentence that could make anyone arhrghghhgg.....
Ok, i will ask you by now, Are you ready getting married now?
Difficult, isn't it? yes.....
As an ordinary men, maybe that's the hardest part to thinking about.
Entahlah tampaknya hal tersebut semakin dipikirkan semakin ingin menjauh darinya...
Ketika saya memikirkan hal tersebut mungkin hal pertama yang terlintas adalah:
"hey, emang udah bisa ngasih makan apa buat keluarga?"
Jujur saya pernah sangat ingin menikah muda, pada saat saya mempunyai kekasih yang saya cintai, sangat cinta. Tapi hikmah dengan berpisahnya kita adalah bahwa saya emang kudu berpikir matang, sangat matang untuk hal ini.
Mungkin semua ini tidak terkepas dari ketakutan.... Ketakutan lah yang membatasi keinginan untuk mempunyai keluarga.
Ketakutan yang semestinya tidak saya hiraukan karena itulah hidup, tapi dengan melihat terlebih dahulu ketakutan itu benar terjadi pada lingkungan sekitar maka saya berpikir berkali-kali untuk menikah....
1. Takut secara finansial
mungkin seharusnya saya tidak boleh berpikir seperti ini. Allah pasti memberi rezeki untuk semua makhluknya yang bergerak... tapi hal ini lebih dari kebutuhan akan makanan. it's reality when we have a family so we should give the best. Maaf bila saya hitung-hitungan..... dari pemenuhan nutrisi bayi saja sudah cukup berat.... kebutuhan pokok, dan sekunder.. ditambah pendidikan mahal. Pendidikan mahal saya tidak menyalahkan karena saya sangat menghargai ilmu dan saya tahu ilmu itu sangat mahal.....
2. Takut tidak maksimal mendidik anak
Karena saya besar dengan lingkungan yang sangat tidak sehat.... Saya telah melihat semua hal itu sedari dini dan saya takut hal tersebut menimpa anak2 saya... Drugs... Free sex... Anarchy..... Banyak teman saya yang terjerumus masuk berasal dari keluarga yang baik dan harmonis.... jadi tidak selalu broken home untuk menggunakan drugs kan? bagaimana memprotect nya??? karena saya pernah dan kerap melihat dampak buruknya dari dekat bahkan sangat dekat... dan itu menyedihkan, menakutkan.... melelahkan...
3. Takut berpenyakit
Ayah saya meninggal karena sakit parah.... saya tahu itulah jalannya... tapi ada ketakutan dalam hati bila saat nanti saya berpenyakit dan menyusahkan orang sekitar saya...
4. Takut berubah ke arah buruk
Saya kadang takut bila setelah menikah saya menjadi tidak terkendali. Ada teman saya yang mengalami KDRT (kekereasan dalam rumah tangga), menurut pengakuaannya bahwa si suami nya pria yang sangat lembut sebelum menikah dan al itu berubah drastis berbalik arah setelah menikah.
5. Takut mendapatkan Istri yang jauh dari harapan
Saya sangat mencintai ibu saya. Jadi saya menginginkan bila suatu saat saya menikah maka istri saya akan mencintai ibu saya. karena ikatan saya dengan ibu saya tidak akan terputus atau merenggang dikarenakan datangnya istri dalam kehidupan saya.
Sebenarnya banyak sekali hal yang membuat saya berpikir kembali berkali-kali untuk menikah.........
tapi semua ketakutan itu harus saya hadapi bukan??? that's life....
So, are you ready getting married???
Hmmmmmmmmm..... maybe in the next ten years...... ;P
Senin, 24 Desember 2007
Senin, 03 Desember 2007
Tour de Pangalengan
Aaaahhhhhhhhhhhhhhhh............
Akhirnya kesampean juga..... Tgl 1 Desember kemaren saya ikut tim mahanagari jalan-jalan ke Pangalengan.
Mahanagari, tidak lama saya mengenal nya. Adalah sebuah nama atau merk perusahaan atau organisasi berbadan hukum yang cita-citanya jadi culture company...(CMIIM). Tidak ada yang saya kenal sebelumnya,semua berjalan begitu saja seperti hidupku yang terkadang tak melompat terkadang berjalan sangat lambat.
Agenda Tour De Pangalengan:
06.30 Kumpul di Mahanagari Dipati Ukur 21
07.00-08.30 Perjalanan Menuju Pangalengan
08.30-10.00 PLTA Lamajan, Naik Lori, Lihat Turbin, dll
10.00-10.30 Perjalanan menuju Perkebunan Malabar
10.30-11.30 Jalan-Jalan di Perkebunan Malabar, Makam Boscha, SD Boscha, Rumah Boscha,
Pabrik Teh
11.30-12.00 Perjalanan Menuju Situ Cileunca Mampir dulu beli oleh-oleh di Pabrik Ibu Ipah
12.00-13.00 Makan Siang dan Sholat Situ Cileunca
13.00-13.30 Latihan Arung Jeram di Situ Cileunca
13.30-15.30 Arung Jeram di Sungai Palayangan
15.30-16.30 Beres-Beres, Ganti Baju
16.30-18.30 Perjalanan Pulang ke Bandung
Jumat, 30 Nov 07
Setibanya di rumah saya lihat jam ternyata sudah setengah 11 malam. Jumat itu saya pulang seperti biasa menggunakanbis ekonomi jurusan Cikarang-Tasikmalaya dan naik di lemah abang, 20 menit dari terminal cikarang. Sampai di rumah saya nonton sebentar lalu memilih tidur jam 11 agar tidak terlalu ngantuk esoknya.
Sabtu, 1 Desember 2007
Whoahhh.... rasa kantuk harus kukalahkan. tampaknya tidur hingga pukul setengah lima subuh kurang membuat badan ini puas. Sehabis solat subuh langsung mempersiapkan peralatan dan persediaan yang baru dipersiapkan 50% td malamnya. Pukul 6 langsung kugeber motor menuju daerah Dipati Ukur, saya berencana menitipkan motor di kostan diar, teman kursus Inggris yang juga adik kelas di kampus yg sama. Dengan baik dia mau dititipi motor bahkan ngedrop saya di DU 21. 06.45 saya tiba di Du 21, sudah banyak orang tapi tidak ada yang saya kenal satupun... berkenalanlah seadanya....
07.30:
Kita berangkat bersama-sama.... 2 mobil Land Rover, canvas... Tough man... Driver mobil saya
tempramental, emosian.... hampir beberapa kali nabrak dan tak segan memarahi yang menghalangi jalan kami bahkan bapak2 maupun ibu2.... Di perjalanan kita bertemu rombongan lain yang juga berencana rafting di sungai palayangan.
PLTA Lamajan
Akhirnya kita sampai di PLTA Lamajan... PLTA yang dibuat Belanda memiliki 2 buah pipa yang sangat panjang yang dialiri air dari situ cileunca. Pipa tersebut belum pernah bocor sejak zaman Belanda. Di tempat itu pula terdapa Lori (Kereta) tua yang masih tetap digunakan untuk mengangkut operator dari pos ke turbin... Disini saya sempet tercengang, jadi di samping lori ada tangga menuju ke turbin dan di sebelah pipanya ada lagi tangga menukik yang merupakan jalan ke perkampungan. Ada seorang gadis kecil yang menuruni tangga di samping lori kemudian naik lagi tangga guna mencapai rumahnya, dan ia lakukan sepanjang hari, menuju sekolah... mereka terbiasa, saya tidak terbiasa melihatnya....



Kebun Teh Malabar....
Setelah puas di PLTA lamajan kita terus ke perkebunan teh Malabar yang sekarang dimiliki oleh PT Perkebunaan Nusantara 8 (PTPN 8) yang entah bagaimana cara perpindahan kepemilikannya, setahu saya jaman dulunya milik Boscha. Di perkebunan ini kita dimanjakan dengan hamparan pohon teh dan pemandangan orang2 yang sedang memetik teh. Kita langsung menuju rumah Boscha, sayangnya kita tidak boleh masuk karena sedang di reserved oleh pejabat... jadi kita hanya melihat dari luar. Lalu kita mampir ke pabrik teh dan dilanjuatkan ke makam Boscha.... dari makam ini lah kita melihat gunung nini. Kita ditemani Mang Upir (kalo ga salah) sebagai kuncen dan guide makam boscha.



Boscha sangat dicintai oleh rakyat Malabar, konon pada saat Boscha hidup kehidupan masyarakat sekitar sangat makmur, baik dari segi pekerjaan dengan adanya kebun teh sampai ke sekolah gratis. Bisa dikatakan kehidupannya sudah cukup maju pada waktu itu... dan yang melakukannya ialah orang asing yang mencintai tanah ini. Kamarana atuh bangsa Indonesia?
Oleh-Oleh
Adzan Dzuhur terdengar... kita melanjutkan perjalanan ke situ cileunca yang berjarak sekitar 10 menit perjalanan. Kita nyimpang dului beli oleh2 khas pangalengan... cuma beli permen dan juga kerupuk susu. Di sini pengelola memanfaatkan limbah susu untuk dijadikan produk yang lebih berkualitas mulai dai permen susu, kerupuk susu hingga dodol susu.
Situ Cileunca
Akhirnya kita sampai di tujuan terakhir, tujuan utama.... Situ Cileunca terutama sungai Palayangan... It's Show time...........
Begitu sampai kita makan dulu, dilanjutkan dengan solat. Saya menjama Takhir solat ashar....
kurang lebih 1 jam kita istirahat.....
Makan dan solat sudah, saya buka resleting selaca saya, ups maksudnya resleting di kaki karena saya pake celana tipe pdl yg bisa jadi celana pendek...
Rafting...

Kita kumpul di lapang cileunca untuk briefing... Coach nya bodor sunda bgt...
kita jadinya 4 perahu, dan tentunya 4 guide. Tegang .... my first experience...
saya akui pelatihan yg dikasih sangat minim tapi it's ok.....
Setelah brieffing kita latihan di situ cileunca... latihan.. dan kita mendayung hingga ke jembatan yang memisahkan situ dengan
Sungai Palayangan, tempat kita berarung jeram nantinya... sampai jembatan kita semua menggotong perahu dan menuju start point... menegangkan sekaligus membuat saya tidak sabar, entahlah akhir2 ini saya butuh olahraga extreme.... seperti ingin teriak,........

The chalenge is begin.... it's show time... let hit the road buddy.....ups, River
Tidak sabar....

Rasanya saya mengharapkan rafting yang extreme, ada adegan perahu terbalik atau tercebur dan survive untuk selamat...

Lebar sungai yang sempit membuat kita sering berputar dan tidak bisa memaksimalkan teknik kita dalam manuver, kita lebih banyak diam dan berbenturan dengan sisi sungai.... baru mulai dari start point kita sudah dihadapkan dengan jeram yang cukup unik... BOOM....saya mengharapkan didepan sudah banyak jeram yang jauh lebih asik lagi......

Perahu kita banyak nyangkut bahkan sempat nyangkut di jeram ke tiga kalau tidak salah..... jeram yang ditawarkan hingga 2 meter.... kita banyak saling menunggu antar group... tidak banyak manuver yang kita lakukan tapi semua tetap asik.,.... mantap.......

Sungai sempit tetap kita susuri.. jeram demi jeram kita hadapi... dan kita merasa kompak sebagai tim... Alam tidak bisa ditaklukan kita hanya mencoba menikmatinya dan berkenalan dengannya tanpa kerusakan yang berarti.... betapa cinta saya dengan alam Indonesia.... Sujud syukurku padamu Ya Rabbi,Ya Akbar, Ya Rahman, Ya Rohhim.....Sungguh tiada yang dapat menandingi kuasamu walau hanya setitik dalam alam semesta ini.... Mohon, berikanlah hamba kekuatan untuk mewujudkan impian agar tanah Indonesia ini berkah dan kedepan...
Finish point....
agak menyebalkan karena di titik akhir kita disuguhi dengan MCK disamping kita.... tapi walaupun rate tantangannya 6,5 (scale 10) saya tetap senang dan puas..... berharap bisa menikmati lagi.....
Kita naik dan mandi..... teh walini hangat dan lemper dingin perpaduan yang pas saat kita kedinginan menunggu jatah mandi dengan baju basah yang membuat kita semakin kedinginan.
jam 5 kita kembali menujua ke Bandung..... Letih... tapi berkesan......
Sekitar jam 7 lebih kita sampai di DU 21, sudah banyak orang yang having dinner with their family, girl or boy friend, friends.... dan kita sampai dengan letih tapi menyenangkan..
Honestly, i met a girl, ...... but forget it.......... hheheheheh i should learn right?
DU 21
Kita melihat foto2 hasil tour sambil sebagian makan malam.... tapi tidak ada makanan yang membuat saya tertarik di sana jadi saya hanya memesan secangkir kopi susu, tasty... kopinya kental..... akhirnya sekitar jam 8 or 8.30 saya pamit pulang, mengingat perjalanan jauh saya aga malas dan ngantuk... tapi saya memilih pulang setelah saya mengambil motor di kostan diar.....
See.... Indonesia is a huge country with a huge nature, great sight seeing.... amazing. I love Indonesia. SO let start to taking care Indonesia with our heart.... allow ur next generation feel the true Indonesia.....
Akhirnya kesampean juga..... Tgl 1 Desember kemaren saya ikut tim mahanagari jalan-jalan ke Pangalengan.
Mahanagari, tidak lama saya mengenal nya. Adalah sebuah nama atau merk perusahaan atau organisasi berbadan hukum yang cita-citanya jadi culture company...(CMIIM). Tidak ada yang saya kenal sebelumnya,semua berjalan begitu saja seperti hidupku yang terkadang tak melompat terkadang berjalan sangat lambat.
Agenda Tour De Pangalengan:
06.30 Kumpul di Mahanagari Dipati Ukur 21
07.00-08.30 Perjalanan Menuju Pangalengan
08.30-10.00 PLTA Lamajan, Naik Lori, Lihat Turbin, dll
10.00-10.30 Perjalanan menuju Perkebunan Malabar
10.30-11.30 Jalan-Jalan di Perkebunan Malabar, Makam Boscha, SD Boscha, Rumah Boscha,
Pabrik Teh
11.30-12.00 Perjalanan Menuju Situ Cileunca Mampir dulu beli oleh-oleh di Pabrik Ibu Ipah
12.00-13.00 Makan Siang dan Sholat Situ Cileunca
13.00-13.30 Latihan Arung Jeram di Situ Cileunca
13.30-15.30 Arung Jeram di Sungai Palayangan
15.30-16.30 Beres-Beres, Ganti Baju
16.30-18.30 Perjalanan Pulang ke Bandung
Jumat, 30 Nov 07
Setibanya di rumah saya lihat jam ternyata sudah setengah 11 malam. Jumat itu saya pulang seperti biasa menggunakanbis ekonomi jurusan Cikarang-Tasikmalaya dan naik di lemah abang, 20 menit dari terminal cikarang. Sampai di rumah saya nonton sebentar lalu memilih tidur jam 11 agar tidak terlalu ngantuk esoknya.
Sabtu, 1 Desember 2007
07.30:
Kita berangkat bersama-sama.... 2 mobil Land Rover, canvas... Tough man... Driver mobil saya
PLTA Lamajan
Akhirnya kita sampai di PLTA Lamajan... PLTA yang dibuat Belanda memiliki 2 buah pipa yang sangat panjang yang dialiri air dari situ cileunca. Pipa tersebut belum pernah bocor sejak zaman Belanda. Di tempat itu pula terdapa Lori (Kereta) tua yang masih tetap digunakan untuk mengangkut operator dari pos ke turbin... Disini saya sempet tercengang, jadi di samping lori ada tangga menuju ke turbin dan di sebelah pipanya ada lagi tangga menukik yang merupakan jalan ke perkampungan. Ada seorang gadis kecil yang menuruni tangga di samping lori kemudian naik lagi tangga guna mencapai rumahnya, dan ia lakukan sepanjang hari, menuju sekolah... mereka terbiasa, saya tidak terbiasa melihatnya....
Kebun Teh Malabar....
Setelah puas di PLTA lamajan kita terus ke perkebunan teh Malabar yang sekarang dimiliki oleh PT Perkebunaan Nusantara 8 (PTPN 8) yang entah bagaimana cara perpindahan kepemilikannya, setahu saya jaman dulunya milik Boscha. Di perkebunan ini kita dimanjakan dengan hamparan pohon teh dan pemandangan orang2 yang sedang memetik teh. Kita langsung menuju rumah Boscha, sayangnya kita tidak boleh masuk karena sedang di reserved oleh pejabat... jadi kita hanya melihat dari luar. Lalu kita mampir ke pabrik teh dan dilanjuatkan ke makam Boscha.... dari makam ini lah kita melihat gunung nini. Kita ditemani Mang Upir (kalo ga salah) sebagai kuncen dan guide makam boscha.
Boscha sangat dicintai oleh rakyat Malabar, konon pada saat Boscha hidup kehidupan masyarakat sekitar sangat makmur, baik dari segi pekerjaan dengan adanya kebun teh sampai ke sekolah gratis. Bisa dikatakan kehidupannya sudah cukup maju pada waktu itu... dan yang melakukannya ialah orang asing yang mencintai tanah ini. Kamarana atuh bangsa Indonesia?
Oleh-Oleh
Adzan Dzuhur terdengar... kita melanjutkan perjalanan ke situ cileunca yang berjarak sekitar 10 menit perjalanan. Kita nyimpang dului beli oleh2 khas pangalengan... cuma beli permen dan juga kerupuk susu. Di sini pengelola memanfaatkan limbah susu untuk dijadikan produk yang lebih berkualitas mulai dai permen susu, kerupuk susu hingga dodol susu.
Situ Cileunca
Akhirnya kita sampai di tujuan terakhir, tujuan utama.... Situ Cileunca terutama sungai Palayangan... It's Show time...........
Begitu sampai kita makan dulu, dilanjutkan dengan solat. Saya menjama Takhir solat ashar....
kurang lebih 1 jam kita istirahat.....
Makan dan solat sudah, saya buka resleting selaca saya, ups maksudnya resleting di kaki karena saya pake celana tipe pdl yg bisa jadi celana pendek...
Rafting...
Kita kumpul di lapang cileunca untuk briefing... Coach nya bodor sunda bgt...
kita jadinya 4 perahu, dan tentunya 4 guide. Tegang .... my first experience...
saya akui pelatihan yg dikasih sangat minim tapi it's ok.....
Setelah brieffing kita latihan di situ cileunca... latihan.. dan kita mendayung hingga ke jembatan yang memisahkan situ dengan
The chalenge is begin.... it's show time... let hit the road buddy.....ups, River
Tidak sabar....
Rasanya saya mengharapkan rafting yang extreme, ada adegan perahu terbalik atau tercebur dan survive untuk selamat...
Lebar sungai yang sempit membuat kita sering berputar dan tidak bisa memaksimalkan teknik kita dalam manuver, kita lebih banyak diam dan berbenturan dengan sisi sungai.... baru mulai dari start point kita sudah dihadapkan dengan jeram yang cukup unik... BOOM....saya mengharapkan didepan sudah banyak jeram yang jauh lebih asik lagi......
Perahu kita banyak nyangkut bahkan sempat nyangkut di jeram ke tiga kalau tidak salah..... jeram yang ditawarkan hingga 2 meter.... kita banyak saling menunggu antar group... tidak banyak manuver yang kita lakukan tapi semua tetap asik.,.... mantap.......
Sungai sempit tetap kita susuri.. jeram demi jeram kita hadapi... dan kita merasa kompak sebagai tim... Alam tidak bisa ditaklukan kita hanya mencoba menikmatinya dan berkenalan dengannya tanpa kerusakan yang berarti.... betapa cinta saya dengan alam Indonesia.... Sujud syukurku padamu Ya Rabbi,Ya Akbar, Ya Rahman, Ya Rohhim.....Sungguh tiada yang dapat menandingi kuasamu walau hanya setitik dalam alam semesta ini.... Mohon, berikanlah hamba kekuatan untuk mewujudkan impian agar tanah Indonesia ini berkah dan kedepan...
Finish point....
agak menyebalkan karena di titik akhir kita disuguhi dengan MCK disamping kita.... tapi walaupun rate tantangannya 6,5 (scale 10) saya tetap senang dan puas..... berharap bisa menikmati lagi.....
Kita naik dan mandi..... teh walini hangat dan lemper dingin perpaduan yang pas saat kita kedinginan menunggu jatah mandi dengan baju basah yang membuat kita semakin kedinginan.
jam 5 kita kembali menujua ke Bandung..... Letih... tapi berkesan......
Sekitar jam 7 lebih kita sampai di DU 21, sudah banyak orang yang having dinner with their family, girl or boy friend, friends.... dan kita sampai dengan letih tapi menyenangkan..
Honestly, i met a girl, ...... but forget it.......... hheheheheh i should learn right?
DU 21
Kita melihat foto2 hasil tour sambil sebagian makan malam.... tapi tidak ada makanan yang membuat saya tertarik di sana jadi saya hanya memesan secangkir kopi susu, tasty... kopinya kental..... akhirnya sekitar jam 8 or 8.30 saya pamit pulang, mengingat perjalanan jauh saya aga malas dan ngantuk... tapi saya memilih pulang setelah saya mengambil motor di kostan diar.....
See.... Indonesia is a huge country with a huge nature, great sight seeing.... amazing. I love Indonesia. SO let start to taking care Indonesia with our heart.... allow ur next generation feel the true Indonesia.....
Langganan:
Postingan (Atom)