Senin, 25 Januari 2010

Angin semangat

Lama sudah tak merasa kembali seperti sedia kala. Biar kuceritakan sedikit mengenai sang angin.

Dia bagaikan kumpulan atom yg sangat padat yang tersimpan dalam roti yang sedang kamu makan. dia masuk melalui mulut mu dan meledak saat di tenggorokan tepatnya sesaat sebelum sampai ke lambung. Ledakan itu sangat dashyat bahkan lebih baik ketimbang air sejuk saat kamu baru selesai olah ragi bersama teman sekolah dasar. Angin itu datang dengan tiba-tiba dan sangat mebuatmu girang bukan kepayang, semua energi terasa jalan bersama aliran darah, semangat yang membuncah dan membuatmu bergairan bukan kepayang hingga kamu ingin berlari kencang dan terus berlari bahagia.
Angin itu yang membuatmu tersenyum dalam meraih impian. Ketika ia datang maka yang ada hanyalah semangat, kedamaian dan energi.

Dulu sering kali angin semangat itu datang namun sekaran ia enggan bahkan hanya untuk bertegur sapa. Dulu masa depan sangatlah buram dan luas hingga tidak ada bayangan akan masa depan. Dan disaat itulah angin yang selalu dirindu datang menyelimuti hingga kedalam kalbu. Dulu masa depan bagaikan salah satu sisi pada segitiga, luas dan banyak yang ingin ditempatkan sebagai impian.

sekarang, saat ini dimana masa depan terlihat kabur, lebih baik sedikit ketimbang buram maka masa depan itu seperti mengkerucut. Dan sialnya disaat seperti ini angin tersebut sangat sombong untuk memeluk bahkan bertegur sapa.

Percayalah kawan, ketika dia datang memelukmu maka kau akan berani adu cepat berlari dengan bus damri di jalan tol

0 komentar: