Senin, 22 September 2008

First step abroad... Singapore Episode (2nd)

Still In Harbor Front

Pernah nonton "Kabayan Nyaba Ka Kota"??? alias Kabayan berkunjung ke kota. Mungkin seperti dialah kondisi saya saat itu. I was there by my own self with diferent of Culture, Technology and custom...

Setelah bercengkrama dengan pihak imigrasi yang cukup friendly maka mulailah saya masuk Harbor Front yang cukup besar, bahkan sangat besar dibandingkan dengan pelabuhan batu ampar. I've never seen a city as clean as Singapore....
Harbor Front begitu luas, banyak toko yang jual makanan hingga pakaian. sebenarnya saya sudah mengantongi beberapa tempat untuk dikunjungi namun bingung bagaimana cara menuju kesana. Untungnya Singapore punya fasilitas penunjuk tempat wisata dan fasilitas yang sangat baik. Dapat kulihat jelas pilihan transportasi berikut penunjuk yang mengarahkan menuju ke tempat naik transportasi itu, ada beberapa pilihan:
1. MRT (Mass Rapid Transportation) atau dahulu biasa saya kenal kereta subway.
2. Taxi
3. Bus
4. SMRT , saya masih aga bingung dengan yang ini. Berupa Taxi yang ditumpangi lebih dari satu pelanggan/penumpang.

Pilihan yang paling saya anggap effisien ialah MRT, namun I don't know how to use it... pertama saya tanya kepada seorang pelajar wanita bagaimana cara menggunakan MRT namun bahasanya yang sangat tidak English (sangat Singlish) membuat saya tidak dapat menangkap maksudnya. lalu saya bertanya pada seorang dewasa dengan bau alkohol di mulutnya namun tetap ia tidak berbahasa Inggris, Chinese. Sempat mau putus asa akhirnya saya naik ke tempat taxi, dengan konsekuensi harga yang mahal namun taxi pun tidak ada yang stand by dan yang jalan pun tidak ada yang berhenti... setelah hampir 1 jam selama bertanya tentang MRT dan Taxi akhirnya saya ke putuskan kembali ke tempat MRT mempelajari peta lalu bertanya kepada seorang PRIA Alhamdulilah dengan bahasa Inggrissnya yang baik saya dapat mengerti dengan mudah.

MRT pilihan transportasi yang canggih
ternyata MRT Ticket machine tidak saya dapat mengenali uang logam saja namun uang kertas dengan beberapa nominal, alamak betapa tertinggal nya aku atau betapa tertinggalnya negaraku tercinta ini. setelah menukarkan koin ke counter lalu sy mulai menggunakan MRT dengan tujuan ke Clarke Quay. Bersih, teratur, dan cepat.... itulah kesan saya terhadap MRT.

Clarke Quay
Tujuan pertama ini dikarenakan ada satu wahana di sini, Extreme Bungee Jump. Berupa sebuah kerangka bola raksasa dan kita bisa terikat duduk didalamnya dan bola tersebut dipentalkan berkali-kali ke angkasa.... begitu tiba di clarke quay saya harus melewati mall, the center baru dapat menuju ke Bungee Jump. Sayang wahana tersebut baru buka pukul 3 sore dan tiketnya pun cukup mahal SGD 35...
puas keliling Clarke Quay saya menuju China Town...







China Town
masih menggunakan MRT saya menuju China town. Kata orang-orang di sini cukup murah untuk berbelanja souvernir, hingga akhirnya saya tahu bahwa orang-orang tersebut cukup tertipu bila mengatakan itu murah. Di China Town sangat padat, Singapore sangat unik, begitu kita masuk daerah tertentu maka daerah tersebut benar2 mempresentasikan namanya. China town berasa kita di China dengan bahasa, tulisan dll menggunakan China. Saya teringat dengan titipan adik saya, MP3 player. di satu toko saya akhirnya bisa menawar dengan harga cukup baik SGD 20 bila saya tidak salah. Lalu saya membeli souvenir, gantungan kunci, magnet, cincin, cincin jam, gantungan HP etc... but chnatown is not a comfort place

Orchard Road
Ooohhhh............... pernah dengan tentang orchard road kawan. menurut bangsa kita di sana salah satu tempat terbaik untuk berbelanja... ternyata itu benar kawan hanya dengan satu catatan : U are have a huge number of income. bagi orang seperti saya hanya bisa membeli sebuah kaos discount bertuliskan I Love Singapore serga SGD 10, tapi jangan salah mereknya Giordano boy .... Sudah kujanjikan untuk si Ipeh. Di pedestrian banyak gerobak yang menjual Ice Cream potong dan mineral water. dengan SGD 1 saya membeli air mineral, rasanya haus sekali.

Little India
saya belum Sholat Dzuhur, by browsing di internet saya mengetahui ada mesjid di China Town dan Little India namun saya tidak menemukan di China town akhirnya dengan MRT saya ke Little India. Jameela Mesjid... Little india benar-benar mempresentasikan India, aga kumuh, ada peramal2 di samping2 bangunan , banyak toko yang menjual perlengkapan mereka sembahyang. Cukup sulit menemukan Mesjid tersebut namun akhirnya saya berjalan ke arah yang benar. Beberapa meter sebelum masjid saya berjalan disamping seorang muslim india, "Sorry do you know where Jameela Mesjid is?" dengan bahasa inggrisnya yang kurang baik dia menunjukan tidak jauh lagi dan kita mempunyai tujuan yang sama, Jameela.
Mesjid itu sangat unik, tidak besar namun cukup unik dengan kaligrafi dan coretan2 di dinding. Masjid dua tingkat ini menyisakan ruang kosong berbentuk bulat di tengahnya, inilah yang menurut saya unik. Setelah solat orang yang saya jumpai tadi mendekati, dia memperkenalkan diri sebagai kepala sekolah sebuah pesantren di India. Dia mengutarakan bahwa pesantrennya tersebut sedang di renovasi dan butuh biaya. "actually i have no dollar anymore, do accept if in IDR? " akhirnya saya beri lima puluh ribu rupiah "How much is it if convert to USD?" it's around USD 11. Dia langsung kaget, "don't you have 100 dollar???" heheh..... "sorry i'm not a rich person. But Insya Allah i'm ikhlas.

Clark Quay .... again
Akhirnya saya tidak memutuskan untuk membeli makanan di Little India. Waktu di Clark Quay sebelumnya saya melihat Sepatu Puma discount 50%... jarang banget di indonesia puma disc sampe segitu. akhirnya kuputuskam membeli Slip Shoes seharga SGD 45. Ice cream kubeli dengan 1 SGD, enak sekali rasanya hingga di rumah teteh saya mengingatkan akan kehalalan nya... huh....... kenapa ga inget coba yah :(

Harbor Front
ada kejadian memalukan sewaktu saya pulang ke batam. Saya menyepelekan tentang foreign currency. Di dompet udah ga ada SGD lagi, saya lupa seaport tax harus pake SGD akhirnya pas mo bayar saya minta pake IDR tapi mereka tidak terima rupiah heheh... akhirnya sy titip dulu pasport dan withdrawal ke OCBC ATM karena saya pegang NISP atm...

Perjalanan Sore menuju magrib membuat saya melihat singapore as a city light... Lelah sekali rasanya. pukul 7 kurang akhirnya tiba di batu ampar, pa yusuf sudah menunggu dan langsung kuteruskan ke Bundo Kanduang rumah makan padang...

Selasa, 16 September 2008

Stuck in a moment (september)

Selasa, 16 September 2008

Masih jam 3 sore, rasanya berat sekali akhir-akhir ini. Masih kunanti angin semangat itu, dimana bisa mengembuskan kencang seluruh adrenalinmu dalam menjalani hidup. Yang selalu dapat membuatmu meloncat-loncat seperti kembang api atau petasan saat bulan Puasa. Masih kunanti, agar aku dapat terbang tinggi lagi jauh meninggalkan khayalan orang di sekitarku. Mungkin rasanya seperti ada semut yang menggelitik dalam telingamu, atau pernahkah kau merasa ada sesuatu yg sangat menggelitik dalam darahmu. Itulah angin semangat yang bisa membuatmu melebihi jangkauanmu.

Sore ini semua terasa kaku, angin itu tak kunjung tiba. Mungkin saja aku sedang tersesat karena kabut pekat, hingga kadang ku bingung dengan arah haluan. Dalam diri seperti ada perdebatan, dan itu datang dari tempat yang sangat dalam, dalam bahkan kau tidak bisa melihat dengan mata terbuka. Perdebatan antara dua sifat manusia:
"Ridz, kemana impianmu, semua rencanamu, kemana tujuannmu akan hidup selama ini??? ini hanya sebagian dari perjalanannmu. Ayo kawan, jangan kau diam tersungkur dalam lembah nan pekat ini"

"Tapi bukankah ini terlalu melelahkan? saya pun bingung kemana impiannya saya yang selalu saya gantung di depan kepala saya. angin itu pun tak kunjung datang."

mungkin saya sedang lelah saja, butuh sesuatu yang menggelitik hati ini. Ingat pepatah classic, kenyataan itu jauh lebih sulit dan menyakitkan. Itu benar, tampaknya sangat sulit ketika enkau memiliki impian di angkasa namun pada kenyataannya kau hanya mempunyai tangga untuk menggapainya.

bukankah perasaan ini siklus saja? dulu saya pernah merasakannya, dan itu berlalu. namun kemana angin itu.... padahal saya sudah berjanji untuk tidak mengeluh. Allah terlalu sayang pada saya, dan rasanya saya menjadi anak yang sangat bebal.

Baiklah kalau memaksa, kau pasti tak mengerti apa yang kuutarakan kawan.... baiklah akan ku coba dengan bahasa manusia.

awal bulan ini adalah bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan bertepatan pula dengan awal kuliah. Ternyata kuliah malam di UI tidak mudah, diluar tebakan saya. Materi yang disajikan benar2 real seperti kelas reguler, dan begitu pun dengan tugas. kadang cape aja, pergi dari kantor jam 5, nyampe kampus jam 6. istirahat, solat, makan kecil trus lanjut kuliah. begitupun dengan tugas, rasanay butuh 36 jam dalam satu hari.

Just wish me, mudah2an saya bisa survive sampe lulus....

hei kawan biar kuberitahu kau sedikit rahasia.... saat ini saya sedang dekat dengan wanita. tak ada hal khusus dalam menyukainya, dan hingga saat ini saya masih meraba-raba harus kemana perjalanan ini. Masih ingatkah akan pernyataanku tempo hari??? yup, sy tidak sedang mencari seorang pacar, lebih tepatnya saya mencari pasangan hidup. tapi bukankah itu teramat sulit? sulit sekali bahkan, sampe2 saya ga tau harus gimana? tampaknya hari ini dia sedang marah, sama saya. tapi bingung juga marah kenapa yah... ah wanita.....

Boleh saya tanya? apa ini semua terlalu menakutkan? maksud saya dengan pasangannmu. Apa kamu yakin, arhghghghh scarry... Andai saja semangat itu selalu membuncah seperti andrea hirata...