Selasa, 16 September 2008

Stuck in a moment (september)

Selasa, 16 September 2008

Masih jam 3 sore, rasanya berat sekali akhir-akhir ini. Masih kunanti angin semangat itu, dimana bisa mengembuskan kencang seluruh adrenalinmu dalam menjalani hidup. Yang selalu dapat membuatmu meloncat-loncat seperti kembang api atau petasan saat bulan Puasa. Masih kunanti, agar aku dapat terbang tinggi lagi jauh meninggalkan khayalan orang di sekitarku. Mungkin rasanya seperti ada semut yang menggelitik dalam telingamu, atau pernahkah kau merasa ada sesuatu yg sangat menggelitik dalam darahmu. Itulah angin semangat yang bisa membuatmu melebihi jangkauanmu.

Sore ini semua terasa kaku, angin itu tak kunjung tiba. Mungkin saja aku sedang tersesat karena kabut pekat, hingga kadang ku bingung dengan arah haluan. Dalam diri seperti ada perdebatan, dan itu datang dari tempat yang sangat dalam, dalam bahkan kau tidak bisa melihat dengan mata terbuka. Perdebatan antara dua sifat manusia:
"Ridz, kemana impianmu, semua rencanamu, kemana tujuannmu akan hidup selama ini??? ini hanya sebagian dari perjalanannmu. Ayo kawan, jangan kau diam tersungkur dalam lembah nan pekat ini"

"Tapi bukankah ini terlalu melelahkan? saya pun bingung kemana impiannya saya yang selalu saya gantung di depan kepala saya. angin itu pun tak kunjung datang."

mungkin saya sedang lelah saja, butuh sesuatu yang menggelitik hati ini. Ingat pepatah classic, kenyataan itu jauh lebih sulit dan menyakitkan. Itu benar, tampaknya sangat sulit ketika enkau memiliki impian di angkasa namun pada kenyataannya kau hanya mempunyai tangga untuk menggapainya.

bukankah perasaan ini siklus saja? dulu saya pernah merasakannya, dan itu berlalu. namun kemana angin itu.... padahal saya sudah berjanji untuk tidak mengeluh. Allah terlalu sayang pada saya, dan rasanya saya menjadi anak yang sangat bebal.

Baiklah kalau memaksa, kau pasti tak mengerti apa yang kuutarakan kawan.... baiklah akan ku coba dengan bahasa manusia.

awal bulan ini adalah bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan bertepatan pula dengan awal kuliah. Ternyata kuliah malam di UI tidak mudah, diluar tebakan saya. Materi yang disajikan benar2 real seperti kelas reguler, dan begitu pun dengan tugas. kadang cape aja, pergi dari kantor jam 5, nyampe kampus jam 6. istirahat, solat, makan kecil trus lanjut kuliah. begitupun dengan tugas, rasanay butuh 36 jam dalam satu hari.

Just wish me, mudah2an saya bisa survive sampe lulus....

hei kawan biar kuberitahu kau sedikit rahasia.... saat ini saya sedang dekat dengan wanita. tak ada hal khusus dalam menyukainya, dan hingga saat ini saya masih meraba-raba harus kemana perjalanan ini. Masih ingatkah akan pernyataanku tempo hari??? yup, sy tidak sedang mencari seorang pacar, lebih tepatnya saya mencari pasangan hidup. tapi bukankah itu teramat sulit? sulit sekali bahkan, sampe2 saya ga tau harus gimana? tampaknya hari ini dia sedang marah, sama saya. tapi bingung juga marah kenapa yah... ah wanita.....

Boleh saya tanya? apa ini semua terlalu menakutkan? maksud saya dengan pasangannmu. Apa kamu yakin, arhghghghh scarry... Andai saja semangat itu selalu membuncah seperti andrea hirata...

0 komentar: